-------------------------------------------------
Bilangan biasa :
-------------------------------------------------
1 = ichi
2 = ni
3 = san
4 = yon/shi
5 = go
6 = roku
7 = nana/shichi
8 = hachi
9 = kyuu/ku
10 = juu
11 = juuichi
12 = juuni
13 = juusan
19 = juukyuu/juuku
20 = nijuu
21 = nijuuichi
22 = nijuuni
30 = sanjuu
40 = yonjuu
50 = gojuu
60 = rokujuu
70 = nanajuu
80 = hachijuu
90 = kyuujuu
100 = hyaku
200 = nihyaku
300 = sanbyaku
400 = yonhyaku
500 = gohyaku
600 = roppyaku
700 = nanahyaku
800 = happyaku
900 = kyuuhyaku
1000 = sen , issen
2000 = nisen
3000 = sanzen
4000 = yonsen
5000 = gosen
6000 = rokusen
7000 = nanasen
8000 = hassen
9000 = kyuusen
10.000 = ichiman
20.000 = niman
30.000 = sanman
40.000 = yonman
-------------------------------------------------
BILANGAN TINGKAT
-------------------------------------------------
untuk menyatakan pertama, kedua , ketiga, dst...
maka dasar dari bilangan menjadi :
1 = hitotsu
2 = futatsu
3 = mittsu
4 = yottsu
5 = itsutsu
6 = muttsu
7 = nanatsu
8 = yattsu
9 = kokonotsu
10 = too
maka untuk menyebutkan bilangan pertama, kedua, dan ketiga, dst di tambahkan " me "
menjadi :
pertama = hitotsume
kedua = futatsume
ketiga = mittsume
dst
atau jika ingin tetap memakai bilangan biasa, dapat ditulis dengan 3 formula :
1. dai + bilangan biasa + banme
2. dai + bilangan biasa
3. bilangan biasa + ban
contoh
pertama = daiichibanme = daiichi = ichiban
kedua = dainibanme = daini = niban
ketiga = daisanbanme = daisan = sanban
dst
-------------------------------------------------
Hari- hari dalam sebulan
-------------------------------------------------
penulisan Hari-hari dalam sebulan ditulis dengan bilangan biasa + huruf untuk hari
sehingga bilangan dasarnya dr 1-10 sebagai berikut :
hari ke-1 : tsuitachi
hari ke-2 : futsuka
hari ke-3 : mikka
hari ke-4 : yokka
hari ke-5 : itsuka
hari ke-6 : muika
hari ke-7 : nanoka
hari ke-8 : yooka
hari ke-9 : kokonoka
hari ke-10: tooka
hari ke-20: hatsuka
untuk hari ke 11 sampai 19, dan 21 samapai 31 dinyatakan dengan bilangan biasa + nichi
contoh :
hari ke-18 : juuhachinichi
-------------------------------------------------
Bilangan pecahan
-------------------------------------------------
jika pada English atau latin, pecahan dilambangkan dengan x/y
maka dalam formula jepang menjadi :
y + bun no + x
contoh :
1/2
1 = x = ichi
2 = y = ni
menjadi :
1/2 = nibun no ichi
1/3 = sanbun no ichi
2/3 = sanbun no ni
3/4 = yonbun no san
PERINGATAN !
--------------------------------------------
KATA BENDA DENGAN ga ~te imasu
--------------------------------------------
A.
kata benda + ga が + ( keterangan ) + te imasu て います
Isu ga kowarete imasu = Kursinya rusak.
waktu melukiskan keadaan di depan si pembicara (kenyataan kongkrit) sebagaimana adanya, Subyek dari perbuatan atau keadaan itu dinyatakan dengan ga ~ te imasu. Menyatakan "sebelumnya itu telah terjadi dan keadaan ini masih berlangsung sampai sekarang". Intinya adalah keadaan yang terjadi saat ini dan di dalamnya bisa terlihat yang terjadi di masa lampau.
contoh lain :
Shinpa ga tsuite imasu = alarm menyala.
Todana ga aite imasu = lemari terbuka.
B
Yang dapat dipakai bersama dengan ~te imasu yang menunjukkan suatu keadaan akibat yang menunjukkan tindakan atau efek dan selesai di saat itu juga
Misalnya:
- (shinpa ga) tsukimasu = (alarmnya) menyala
- akimasu = buka
- kowaremasu (rusak)
----------------------------------------------------------
KATA BENDA DENGAN wa ~te imasu
----------------------------------------------------------
kata benda + wa は + ( keterangan ) + te imasu て います
contoh kalimat :
todana wa aite imasu = lemarinya terbuka.
shinpa wa kowarete imasu = alarmnya rusak.
Digunakan ketika si pembicara dan yang diajak bicara sama-sama sudah mengerti objek yang dimaksudkan atau punya pokok pembicaraan yang sama. Dalam hal ini sama-sama mengerti kursi mana dan jendela mana yang dimaksudkan.
akan lebih jelas lagi bila si pembicara menambahkan kata tunjuk kono ( ini ) atau ano ( itu ).
contoh : Kono shinpa wa kowarete imasu = alarm ini rusak.
----------------------------------------------------------
KATA BENDA DENGAN ~te shimaimashita
----------------------------------------------------------
A. Pada dasarnya berarti "selesai".
contoh :
- Shukudai o shite shimaimashita = Telah selesai mengerjakan pekerjaan rumah.
B. Yang Berarti ungkapan dengan perasaan menyesali apa yang telah terjadi
contoh :
- Pasupo-to o nakushite shimaimashita = Saya kehilangan paspor.
- Kuruma ga koshoushite shimaimashita = Mobilnya rusak.
kalau hanya dinyatakan dengan nakushimashita maka hanya menunjukkan kenyataannya, tapi tetapi kalau nakushite shimaimashita maka juga menyatakan fakta dan perasaan susah karena kehilangan paspor dan menyesalkannya".
----------------------------------------------------------------
BENTUK ta
----------------------------------------------------------------
huruf ta た yang di tambahkan setelah kata kerja pada umumnya menyatakan perbuatan lampau atau telah selesai
contohnya :
Wakarimashita = telah mengerti
( disadur kembali dari http://www.yumeko.web.id )
STRUKTUR / POLA KALIMAT JEPANG UMUM
=======================================================
Bahasa Jepang menggunakan pola :
Subyek + Obyek + Predikat
atau kerennya Subject + Object + Predicate .
Pada penulisannya subyek diletakkan di awal, kemudian di susul obyek dan baru ditulus predikatnya di akhir kalimat.
-------------------------------
POLA KALIMAT BIASA ( + )
-------------------------------
contohnya :
( S ) Subyek + ( O ) Obyek + ( P ) Predikat
Jun-san wa + ringo o + kazirimasu
Jun + mengigit + apel
--------------------------------
POLA KALIMAT TANYA ( ? )
--------------------------------
Pola kalimat tanya dalam jepang pada dasarnya sama dengan kalimat positif, tetapi di beri akhiran ka pada predikatnya. Sehingga bila dituliskan :
Subjek + Obyek + Predikat + ( か ) ka?
Jun-san wa + ringo o kazirimasu + ( か) ka?
Apakah jun menggigit apel ?
=======================================================
Tambahan :
Orang jepang seringkali melapaskan kata yang berakhiran n dengan " ng "
"San" さん ialah kata yang ditambahkan setelah nama sebagai bentuk sapaan penghormatan tapi tidak bisa ditambahkan ketika menyebutkan nama sob sendiri
"Wa" は dan "o" お adalah partikel. Ini seperti dalam bahasa Inggris ( am is are ) tetapi dipakai setelah kata benda. Untuk struktur kalimat bahasa Jepang yang baik pemakaian artikel sangatlah penting .
" wa " は biasanya pada subjek dan " o " お pada hewan, tumbuhan dan kata benda lain.
Kata benda dalam Bahasa Jepang tidak memiliki gender (tidak mengenal pria wanita) dan jarang bekaitan dengan bentuk jamak.
Dalam kebanyakan kata benda bahasa Jepang, jumlah tidaklah menjadi pembicaraan utama. Satu kata bisa dipakai untuk menunjukkan satu atau banyak.
Contoh:
- ringo = bisa berarti sebuah apel, atau juga banyak apel
Konjugasi kata kerja tidak terpengaruh oleh gender atau jumlah. Kata kerja yang sama bisa dipakai tanpa terpengaruh oleh obyek. perhatikan 2 kalimat contoh di bawah :
- Kanojo wa bideo o yoku mimasu.
- Perempuan itu sering menonton video
- Watashi wa terebi o yoku mimasu.
- Saya sering menonton televisi
Kata kerja bahasa Jepang hanya memiliki dua tata bahasa:
- bentuk sekarang. Yang mengacu kepada tindakan kebiasaan atau yang akan datang
- bentuk lampau. Yang digunakan untuk yang sudah terjadi.
pada bahasa jepang tidak terdapat pelafalan "L", maka semua penulisan dan pengucapan asing dalam bentuk L di ubah menjadi
contoh : Televisi diserap menjadi Terebi dalam huruf KATAKANA
Pada penulisan HIRAGANA, kata yang memiliki 2 buah huruf o yang berdampingan, ditulis o keduanya diganti dengan huruf u.
Contoh : AC (air conditioner) = reiboo maka dalam hiragana ditulis menjadi reibou れいぼ う
Sedang penulisan vocal dengan huruf sama berdampingan semisal aa atau uu ditulis dalam hiragana menjadi a ー atau u ー
contoh :
aa = あー
uu = うー
======================================================
( di sadur kembali dari http://www.yumeko.web.id )

